
Kabarkawanua, MINUT– Dinas Perdagangan Minut mempertegas tengah gencar melakukan upaya penguatan pengendalian inflasi dan menjaga ketersediaan Bahan pokok (Bapok).
Hal ini dikatakan Kadis Perdagangan Maximilian Tapada, Jumat 30 Oktober 2026, saat diskusi santai bersama Profesional Wartawan Minahasa Utara (PROWM) di Pusat Kuliner Zero Point Minut.
“Untuk menjaga kondisi tersebut kita terapkan strategi 4K yakni Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif,” ungkap Tapada.
Tapada juga menjelaskan salah satu komoditi yang jadi perhatian untuk saat ini yakni cabai rawit (rica). Dimana walaupun mengalami kenaikan harga, tapi stoknya masih tersedia di sejumlah pasar tradisional seperti Airmadidi, Kema, Kauditan, Sukur, dan Likupang.
“Kebutuhan cabai rawit di tiga pasar, yakni Airmadidi, Kema, dan Kauditan, diperkirakan mencapai sekitar 400 kilogram per hari. Sementara Pasar Sukur dan Likupang masing-masing mencatat kebutuhan sekitar 40–60 kilogram setiap hari,” beber Tapada.
Sedangkan untuk menjaga harga Bapok lainnya terjangkau, Tapada mengatakan, pihaknya menjalankan program kios inflasi dengan menggandeng Perum Bulog.
“Program ini menyediakan kebutuhan pokok seperti beras SPHP, minyak goreng, dan komoditas lainnya tanpa menggunakan anggaran APBD. Kita melakukan pengawasan dengan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET). Jadi jika ada oknum pedagang bermain akan dievaluasi hingga pencabutan rekomendasi kerjasama,” tegas Tapada.
Untuk itu, sesuai dengan arahan Bupati Joune Ganda dan Wakil Kevin Lotulung, dia berharap melalui strategi 4K, Program Kios Inflasi, Rumah Pangan Kita (RPK), kerjsama dengan Bulog serta gerakan menanam stabilitas pasokan dan harga kebutuhan di Minut dapat dipertahankan hingga akhir tahun ini.
“Oleh karenanya diperlukan sinergi pemerintah, petani, pelaku usaha, insan pers, dan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat,” tukasnya.(fn)