
Kabarkawanua, MINUT– Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara meluncurkan inovasi DEWI MINUT MEMIKAT guna mendorong desa-desa mengembangkan potensi wisatanya secara mandiri dan berkelanjutan. Langkah ini diarahkan untuk menggerakkan ekonomi lokal, memberdayakan masyarakat, sekaligus melestarikan budaya dan lingkungan daerah.
Pengembangan wisata berbasis desa memungkinkan perputaran uang langsung dinikmati warga melalui homestay, kuliner, kerajinan, dan jasa transportasi. Masyarakat juga dilibatkan mulai dari perencanaan, pengelolaan, hingga pelayanan, sehingga tercipta lapangan kerja baru di tingkat akar rumput. Konsep ini sekaligus mendorong pelestarian tradisi, kearifan lokal, dan keindahan alam sebagai daya tarik utama wisata.
Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Ir. Novly Wowiling, menyampaikan konsep ini menjadi perhatian serius Bupati Dr. Joune Ganda. “Bupati ingin menjadikan Minahasa Utara sebagai daya tarik utama wisatawan. Salah satu perwujudannya adalah membangun pariwisata dari desa melalui konsep desa wisata,” ungkap Wowiling saat membuka FGD di Hotel Sutan Raja, Selasa (3/11/2026).
Saat ini Kabupaten Minahasa Utara telah memiliki sejumlah desa wisata unggulan seperti Desa Wisata Budo, Desa Darunu, dan Air Terjun Tunan. Keberhasilan destinasi tersebut diharapkan menjadi referensi bagi sekitar 52 desa lainnya yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.
Kegiatan Focus Group Discussion ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Minut, Jein Barantian, SE, M.Si. Forum ini membekali para pemangku kepentingan agar konsep desa wisata dapat tumbuh dan berkembang secara nyata di setiap wilayah yang memiliki potensi alam maupun budaya yang istimewa.(fn)